30 Ramadhan 1431 Hijriah
Kami memiliki 12 Tamu online
Jumlah Kunjungan Konten : 94858

Asal Pengunjung

Cetak PDF
Sejarah

 

Berawal dari hasil penelitian Hibah Bersaing III Perguruan Tinggi 1994 s/d 1997 yang berjudul Pengembangan Model Sistem Pendidikan Interventif untuk Meningkatkan Peran Ibu dalam Pembinaan Moral Bangsa”. Selain bertujuan untuk mengembalikan posisi ibu sesuai dengan fungsi dan perannya sebagai pembina dan penerus generasi, penelitian ini juga bertujuan untuk mengantisipasi kemerosotan moral dan menciptakan model sistem pendidikan Islam yang diintegrasikan dalam pendidikan informal di rumah.

Bentuk penelitian hibah bersaing adalah pelatihan-pelatihan yang diberikan kepada orang tua dalam mendidik anak-anak mereka.  Setelah mengikuti pelatihan-pelatihan ini, para orang tua akan menerapkan Model Pendidikan Interventif dalam pendidikan keluarga mereka. Pada proses pelaksanaanya, banyak orang tua yang mengeluhkan beberapa hambatan ketika Model Pendidikan Interventif diterapkan. Hambatan tersebut diantaranya adalah; minimnya media pendidikan yang dapat menunjang penerapan model pendidikan interventif. Dalam rangka menemukan solusi atas keluhan para orang tua dan menyempurnakan proses penerapan Model Pendidikan Interventif, maka didirikanlah Bunyan Andalan Sejati atau disingkat menjadi BAS dengan moto pada saat itu “Sarana Penunjang Pembinaan Moral”.

Kata “Bunyan” diambil dari Al-qur’an surat As Shaff ayat 4, “bunyanun marshushun”, yang bermakna suatu bangunan yang tersusun rapi dan kokoh. Bangunan kekuatan yang kokoh dan solid serta tersusun rapi diibaratkan sebagai generasi yang dibangun melalui pembentukan individu dengan pembinaan seluruh aspeknya yang akhirnya terbentuk sebagai sebuah bangunan. Sedangkan kata “Andalan Sejati” digunakan sebagai brand image bahwa Bunyan dapat diandalkan menjadi solusi dari permasalahan-permasalahan pendidikan terkini. Kata “BAS” yang merupakan singkatan dari Bunyan Andalan Sejati, berasal dari bahasa India ”syabasy” yang memiliki arti “bagus dengan kualitas cumlaude”. Maka Bunyan Andalan Sejati atau BAS diharapkan menjadi solusi terbaik untuk masa depan generasi berkualitas.

Selanjutnya, dalam proses penerapan Model Pendidikan Interventif yang berkelanjutan, disadari bahwa Taman Kanak-kanak sebagai perpanjangan tangan dari orang tua di rumah juga memerlukan sebuah konsep model pendidikan yang selaras dan sejalan dengan Model Sistem Pendidikan Interventif. Demikianlah, pada tahun 2000, Bunyan Andalan Sejati meluncurkan Model Sistem Pembelajaran Kreatif Imajinatif untuk Taman Kanak-kanak.

Konsep Model Sistem Pembelajaran Kreatif Imajinatif untuk Taman Kanak-kanak disusun berdasarkan teori belahan otak manusia. Otak kiri yang berhubungan dengan fungsi berbahasa, berhitung, analisis dan otak kanan yang berhubungan dengan fungsi emosi, seni dan kreativitas. Pembelajaran Kreatif Imajinatif mengembangkan potensi otak kiri dan otak kanan secara seimbang. Dengan pengertian singkat dapat dikatakan bahwa ciri Pembelajaran Kreatif Imajinatif adalah belajar sambil bermain dengan menggunakan media. Materi disusun sesuai dengan kurikulum Taman Kanak-kanak dan diintegrasikan dengan materi agama serta disesuaikan dengan perkembangan psikologis anak. Pembelajaran Kreatif Imajinatif memperhatikan perkembangan potensi anak ke arah terbentuknya pribadi mandiri yang beriman, berilmu, kreatif, memiliki konsep diri positif serta minat belajar yang tinggi.

Dalam perjalanannya, pada tahun 2007 dimunculkanlah Model Sistem Pendidikan Bunyan yang mencakup pendidikan formal dan pendidikan informal. Masing-masing mengaktualisasikan Model Sistem Pendidikan Interventif  dan Model Sistem Pembelajaran Kreatif Imajinatif yang mampu mengantarkan anak dewasa moral pada usia 15 tahun. Berakhlak mulia, cerdas, kreatif imajinatif. Suatu usaha ke arah pembentukan manusia seutuhnya.

Tak seorang pun sempurna. Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak. Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah