KONSEP MODEL SISTEM PEMBELAJARAN
KREATIF IMAJINATIF
(sebuah pengantar)

Model Sistem Pembelajaran Kreatif Imajinatif dirancang untuk dapat memenuhi tuntutan zaman. Model ini mampu menempatkan sekolah sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal berfungsi tidak hanya untuk mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk kepribadian. Sekolah juga merupakan perpanjangan tangan dari pendidikan keluarga yang dilakukan orang tua.
Pada Model Sistem Pembelajaran Kreatif Imajinatif, pembelajaran untuk setiap usia anak didik, disesuaikan dengan teori-teori psikologi perkembangan. Dengan demikian, kurikulum yang dipergunakan dalam model ini diharapkan mampu mengembangkan potensi anak didik secara optimal. Untuk mencapai tujuan kurikulum, setiap proses pembelajaran dilaksanakan dengan memperhatikan pengembangan kreativitas anak.
Pembelajaran Kreatif Imajinatif mengacu pada pendekatan sistem, yaitu memiliki tujuan yang merupakan suatu keutuhan, as a hole, dan memiliki komponen yang saling berkaitan satu dengan yang lain (Campbell, 1994). Kesinergian setiap aspek pada Model Sistem Pembelajaran Kreatif Imajinatif pada akhirnya diharapkan mampu menghadirkan generasi penerus yang berakhlak mulia, cerdas, dan kreatif imajinatif.
Satu hal yang pasti, model sistem pembelajaran ini akan memberikan dimensi baru. Perkembangan anak akan optimal, karena dalam Model Sistem Pembelajaran Kreatif Imajinatif, selain pengembangan kecerdasan intelektual, juga memperhatikan pengembangan kecerdasan emosi dan terutama kecerdasan spiritual.
Model Sistem Pembelajaran Kreatif Imajinatif dilaksanakan dengan memadukan kurikulum, psikologi perkembangan, dan konsep kreativitas dengan Imajinasi Ilahiah. Konsep Pembelajaran Kreatif Imajinatif dirancang berdasarkan teori belahan otak manusia. Model Sistem Pembelajaran Kreatif Imajinatif mengembangkan potensi otak kiri dan otak kanan secara seimbang. Model ini juga memiliki ciri khas yang berbeda dengan model lainnya
Selain itu, Model Sistem Pembelajaran Kreatif Imajinatif merupakan suatu model yang melingkupi usia 0—15 tahun. Dengan pendidikan yang dilaksanakan secara berkesinambungan dan terus menerus diharapkan anak akan mandiri dengan bekal kepemimpinan dan karir setelah menjelesaikan jenjang pendidikannya pada usia 15 tahun. Model Sistem Pembelajaran Kreatif Imajinatif merupakan model sistem pendidikan yang patut diterapkan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal.
Substansi Kreatif Imajinatif
Kandungan pengembangan anak pada pembelajaran kreatif imajinatif yaitu:
Pengembangan 3 kecerdasan anak, 3 ranah dan 3 Al Islam
- 3 kecerdasan, yaitu: kecerdasan spiritual, intelektual dan emosional
- 3 ranah, yaitu: ranah kognisi, afeksi, psikomotor
- 3 Al Islam, yaitu: akidah, ibadah dan muamalah



