HARI BAHAGIA PERTAMA MASUK SEKOLAH
12 JULI 2010
Walaupun zaman sudah maju tapi tingkat angka kemiskinan tetap belum bisa teratasi, bukannya semakin menurun tetapi malah semakin bertambah saja. Walaupun Pemerintah telah menggalakkan program wajib belajar 9 tahun tetapi nyatanya banyak sekali anak-anak Indonesia masih dalam lingkaran kebodohan. Kenapa hal ini terjadi, salah satu faktornya adalah tingkat perekonomian masyarakat Indonesia yang masih sulit. Begitu pula dengan pemahaman dalam bidang pendidikan. Termasuk pemahaman kepada orang tua tentang betapa pentingnya pendidikan bagi putra-putrinya kelak.
Di sisi lain, pada umumnya guru SD masa ini tidak mau lagi pusing mengajar. Mereka ingin agar murid-murid yang masuk SD langsung bisa membaca, menulis dan berhitung, karena tingkat kurikulum yang menuntutnya. Demikianlah antara lain merupakan faktor yang menunjang berdirinya Taman Asuh Anak Muslim (TAAM) Bunyan oleh Yayasan Bunyan. Taman Asuh Anak Muslim (TAAM) Bunyan setara dengan TK pada umumnya, hanya saja Taman Asuh Anak Muslim (TAAM) Bunyan dispesialisasikan untuk anak-anak yatim dan dhuafa.
Sehubungan dengan hal tersebut tanggal 12 Juli 2010 Yayasan Bunyan mengadakan kegiatan Pemberian bingkisan kepada para siswa TAAM. Isi bingkisan adalah buku tulis, buku gambar dan alat-alat tulis lainnya. Acara dihadiri oleh beberapa orang tua TAAM yang anaknya telah lulus seleksi. Acara dibuka oleh MC, dilanjutkan dengan tilawah dan sambutan-sambutan : yang antara lain sambutan dari Ketua Yayasan Bunyan, Pembina yayasan Bunyan, dan Kepala Sekolah Taman Bermain/Taman Kanak-kanak Islam Bunyan.
Dalam ceramah umumnya Ketua yayasan Bunyan Ibu Farida Susantina, S.P menghimbau orang tua agar bisa menjadi orang tua yang pintar dan bisa mendidik anak-anaknya dengan baik, karena salah jika membiarkan anak dirumah dididik oleh orang lain selain orang tuanya. Dibutuhkan peran orang tua untuk mendidik anak-anaknya.



