24 Safar 1431 Hijriah
Kami memiliki 10 Tamu online
Jumlah Kunjungan Konten : 49881

Asal Pengunjung

Cetak PDF

OPTIMALKAN PENDIDIKAN ANAK,

MESKIPUN IBU BEKERJA1)

Oleh : Dra. Djauharah Bawazir, Psi. 2)

 

Setelah pertemuan yang lalu telah dikaji Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Anak di Rumah, maka kali ini kita akan mengulas tentang psikologi keluarga ibu pekerja. Seperti telah dikutip pada pertemuan sebelumnya dalam sebuah hadist bahwa Nabi kita Rasulalloh.saw. bersabda yang artinya : “Seseorang laki-laki adalah pengembala didalam keluarganya dan ia bertanggung jawab terhadap gembalaanya itu. Dan seseorang wanita itu adalah pengembala didalam rumah suaminya dan ia bertanggung jawab terhadap gembalaanya.” dari hadist ini dapat ditarik hikmah bahwa pengaturan rumah akan menjadi tangung jawab ibu bagaimanapun kondisinya. Termasuk ketika ibu adalah seorang pekerja, maka ia tetap harus mampu memiliki kemampuan mengelola rumah, termasuk mendidik anak-anaknya.

Selanjutnya...

Cetak PDF

Tips bagi  Orangtua

dalam Memupuk Kreativitas Anak

 

Dalam mendidik anak-anak di rumah sehari-hari sering sekali menghadapi masalah-masalah yang memerlukan tindakan kreatif. Anak sangat memerlukan contoh-contoh konkrit dalam proses belajarnya karena mereka belajar sambil bermain.

Kreatifitas merupakan kunci keberhasilan bagi seseorang. Seseorang yang kreatif akan lebih berhasil dalam mewujudkan impiannya dibandingkan seseorang yang mengandalkan intelejen (pengetahuannya) saja. Untuk itu sikap kreatif sangat dibutuhkan bagi setiap individu dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi yang terjadi.

Sebelum akan diuraikan tips untuk orang tua dalam memupuk kreativitas anak, maka coba kita lihat beberapa definisi teoritis kreativitas itu sendiri.

Arti Kreativitas

1.  “Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan dan orisinalitas dalam berfikir serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci) suatu gagasan ”(Munandar, 1977)

2.      “Daya dari penalaran manusia untuk menciptakan hal baru, dengan mengubah relasi dan dengan demikian membangkitkan korelasi baru.” (Spearmen, 1934)

 

3.      “Creative Intelligence :

ü  Good synthetic thinker : seeing connections other people don’t see

ü  Analytical intelligence : ability to analyze and evaluate ideas,  solve problems and make decisions.

ü  Practical intelligence : ability to translate theory into practice and abstract ideas into practical accomplishments. (Sternberg, 1996)

 

Selanjutnya...

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan. (Mahatma Ghandi)